Tentang Memanusiakan Manusia

13.11

Hari ini hari Minggu, waktunya kembali ke pulau perantauan. Perjalananku ke Madura berhenti sejenak dipusat perbelanjaan. Tidak, aku hanya duduk diluarnya dan membeli minuman. Mataku tertuju pada penjual diseberang jalan. Kakek tua yang selalu berada disitu sejak aku SMA. Usianya semakin renta. Matanya tak mampu melihat dengan jelas lagi dan kulitnya nampak lebih kisut. Aku terus memperhatikannya. Tak ada satu orangpun yang membeli dagangannya. Sampai ada seorang ibu yang menghampiri kakek tersebut dan menanyakan harganya. Kemudian aku melihat ibu tersebut menawarnya namun tetap tidak boleh oleh kakek dan akhirnya ibu tersebut memberikan nominal angka yang kurang dari yang disebutkan oleh kakek. Aku tercengang. Tega. Ini bukan tentang Kemanusiaan kita. Ini tentang memanusiakan manusia. Bagaimana kita untuk peka terhadap sekitar, empati dan lain-lain. Aku yakin ibu-ibu tersebut punya hati, punya rasa empati, dll. Mungkin hanya karena kurang tempaan saja sehingga ia tidak dapat merasakan jika kelak atau suatu saat posisinya berada di sang kakek. Tidak bermaksud menggurui. Hanya sekedar berbagi. Tolonglah dengan sepenuhnya, tidak menolong dengan setengah-setengah. Posisikan mereka sama denganmu agar kamu dapat merasakan apa yang mereka rasakan. karena melihat bukan hanya sekedar lewat mata.
Selamat malam ...

You Might Also Like

0 komentar

Instagram