Di Kaki Bukit Cibalak

03.14



Judul     : Di Kaki Bukit Cibalak 
Penulis  : Ahmad Tohari 
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama angir
Tebal      : 176 Halaman; 20cm 

Novel ini menceritakan tentang permasalahan pemerintahan di sebuah masyarakat desa kecil, bernama Tangir. Tahun 1970-an. Bagaimana masyarakat takut dan seolah-olah manut dengan kekuasaan pemimpin yang sesuka hati dan bukan sebagaimana pelindung rakyatnya. tetapi didalam novel ini juga terdapat seorang tokoh pemuda yang bernama Pambudi. Pambudi adalah tokoh yang masih memiliki hati nurani dan mempertahankan kejujuran ditengah-tengah pengaruh orang-orang licik dan berkuasa. Melalui perjuangannya lewat surat kabar serta dukungan dari orang-orang yang percaya padanya, sedikit demi sedikit Pambudi berhasil membeberkan fakta-fakta licik pemipin di masyarakat desa tangir. 

Nilai moral yang dapat di ambil setelah membaca Di Kaki Bukit Cibalak adalah perlunya sosok pemimpin yang hendaknya benar-benar mengayomi dan melindungi rakyat untuk kepentingan bersama. tidak sekedar mencari keuntungan dengan cara licik. memanfaatkan kepemimpinanya demi kepentingan pribadi. Di dalam buku ini, Ahmad Tohari berusaha mengejak masyarakat sadar, bahwa pemimpin tak selalu benar. Di era sekarang keadaan pemimpin yang mementingkan dirinya sendiri ketimbang rakyat sudah menjadi biasa. Jangakan pemimpin besar, sekelas kepala desa saja juga dapat berlaku tidak adil dan diktator kepada masyarakatnya. 

Selain itu tutur bahasa yang disampaikan tergolong renyah dan gampang dipahami. Namun sayangnya didalam buku ini menyuguhkan konflik yang terus menerus. Sehingga seakan-akan membuat pembaca capek dan malas untuk membaca. 

Ending kisah asmara Pambudi juga kurang tergambar dengan jelas, membuat pembaca bingung dan menebak-nebak. Novel salah satu karya Ahmad Tohari ini merupakan novel yang patut untuk dibaca karena novel ini dapat membuat kita belajar dan meneladani sikap serta sifat seorang tokoh yang bernama Pambudi. Jujur, tanggung jawab, sayang kepada orang tua, serta penyelamat warga desa dari orang-orang licik.

You Might Also Like

0 komentar

Instagram